UPDATE Pendidik di Pangandaran Ambil Uang Dana Cadangan Siswa, Ternyata Kasusnya Belum Selesai


PANGANDARAN - Karena dana investasi siswa yang melambat, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintahan Pangandaran masih berupaya mengumpulkan kewajiban dari para pendidik.

Soalnya masih berkesinambungan, kata Iyus Surya, Sekretaris Bidang Diklat dan Pemuda Rezim Pangandaran melalui WhatsApp, Rabu (4/10/2023) pagi.

Oleh karena itu, Kelompok Luar Biasa yang mengelola dana cadangan siswa secara tunai masih berupaya mengumpulkannya dari para pendidik atau mereka yang tergabung dalam koperasi.

“Tidak pernah berhenti, biasanya kita melakukan yang namanya silaturahmi dengan bantuan inspektorat dan itu terus kita putar kembali,” ujarnya.

Meskipun demikian, permasalahan yang masih ada adalah bahwa sebagian besar dana cadangan yang sudah basi tersebut berada di koperasi pendidik.




“Kami juga meminta agar penetapan yang bermanfaat itu segera dilakukan. Oleh karena itu, kami sebenarnya meminta agar pemegang rekening segera menyelesaikannya,” kata Iyus.

Menurutnya, jika dana investasi siswa diserahkan kepada guru, maka tingkat keuntungannya sangat besar.

"Hanya saja, saat ini kami belum bisa mengembalikannya karena uangnya disimpan di rekening cadangan. Sementara itu, perjanjiannya meledak," ujarnya.

Meskipun demikian, ada koperasi yang mencoba menjual sumber daya mereka namun harga yang harus dibayar belum cukup untuk mengembalikannya secara penuh.

“Tentunya hal ini tidak bisa mengembalikan dana cadangan dengan cepat mengingat ada siklusnya,” ujarnya.

Yang pasti, tujuan partai adalah menyelesaikan persoalan dana investasi basi mahasiswa dengan cepat.

“Tetapi ketika pihak yang membantu diminta untuk segera membereskannya, sumber daya yang seharusnya terjual menghabiskan sebagian besar hari untuk berjualan,” kata Iyus.

Baru-baru ini diketahui bahwa pada bulan Juni 2023, terungkap adanya dana cadangan uang tunai siswa SD yang mengalami penurunan pada pihak pendidik.

Total dana cadangan mahasiswa yang melambat belakangan ini tercatat dari informasi inspektorat Peraturan Pangandaran sebesar Rp 7,47 miliar.

Secara keseluruhan, di Daerah Cijulang masyarakat yang tergabung dalam koperasi bernilai Rp. 2.309.198.800 dan individu yang berasal dari pendidik atau diperoleh instruktur bernilai Rp. 1.372.966.300.

Lalu di Lokal Parigi yang di HPK harganya Rp. 2.487.504.300 dan di HPR bernilai Rp. 1.416.922.959. Sementara yang diperoleh pendidik sebesar Rp 77.662.500. (*)

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Smartwatchs