PANGANDARAN - Masyarakat Pangandaran masih mengeluhkan mahalnya harga beras yang saat ini berada di angka Rp 13.500 per kilogram.
“Saya beli beras eceran per kilogramnya Rp 13.500. Memang masih sangat (mahal),” kata Enong Nurhalimah (52), warga Kota Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Rezim Pangandaran, saat berbincang dengan Tribunjabar.id di halaman rumahnya. , Kamis (28/9/2023) pagi.
Enong membutuhkan lima kilogram beras dalam beberapa minggu.
Dia telah membeli di supermarket.
“Kalau belinya banyak, biayanya Rp 13 ribu per kilogram. Tapi uang tunai itu tidak cukup. Karena suami saya hanya punya penghasilan serabutan,” ujarnya.
Ketua Pemerintahan Bursa Peraturan Pangandaran dan Pengusaha Kecil dan Menengah (UKM) Pangandaran, Tedi Garnida mengungkapkan, ada dua ukuran beras yang dikonsumsi masyarakat dengan harga berbeda.
Pertama, beras medium berharga Rp 12 ribu per kilogramnya per 27 September 2023.
Lalu saat itu harga beras yang paling mahal adalah beras ekslusif, yaitu Rp 13.500 per kilogramnya, katanya.
Meski saat ini harga beras sangat tinggi, namun aksesibilitas berbagai macam beras di Pangandaran masih lancar dan memadai.
Impor 400 ribu ton
Sebelumnya, Pendeta Bursa Zulkifli Hasan mengatakan Bulog memiliki simpanan beras hingga 1,6 juta ton dan akan mengimpor 400 ribu ton.
Ia menegaskan, harga beras akan terus turun, meski tidak seluruhnya.
“Harganya memang terus naik, stabil, bahkan sering turun bertahap,” ujar Zulkifli di Pasar Induk, Kota Bandung, Rabu (27/9/2023).

Posting Komentar